hajimemashite..

shiruvi

Senin, 23 Agustus 2010

Membuat parafrasa lisan dalam konteks bekerja

A.Menyimak dan memparafrasakan informasi lisan    Parafrasa dapat diartikan sebagai pengungkapan kembali suatu tuturan dari sebuah tingkatan atau macam bahasa menjadi yang lain tanpa mengubah pengertian.
    ada beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat sebuah parafrasa, diantaranya adalah sebagai berikut.
1.menguasai materi, bacalah berulang-ulang wacana tersebut atua dengarkanlah wacana yang dibacakan secara saksama agar anda menemukan masalah yang menjadi inti pembicaraan.
2.Mencari kalimat utama setiap paragraf dan mengembangkannya.
     Sebuah parafrasa dapat disajikan dengan berbagai pola. Pola yang digunakan untuk menyajikan parafrasa sebagai berikut.
1.Pola contoh
parafrasa dengan pola contoh dikembangkan memerinci atau memberikan ilustrasi umtuk menjelaskan ide pokoknya.
2.Pola proses
parafrasa diuraikan dalam bentuk proses,dengan memerinci cara kerja,langkah-langkah, atau tahapan pelaksanaan.parafrasa dengan pola ini berbentuk uraian ekspositoris.
3.Pola sebab akibat
parafrasa dengan pola ini diawali dengan mengemukakan atau menggambarkan hal-hal yang menunjukan sebab dan akhiri dengan suatu akibat.
4.Pola urutan/Kronologis
parafrasa pola ini pemaparanrannya diuraikan berdasarkan urutan waktu dan rangkaian kejadiannya.parafrasa pada pola urutan/kronologis bersifat narasi.

B.Memparafrasakan Karya Sastra
Selain teks bacaan atau cerita, anda dapat memparafrasakan puisi menjadi prosa atau naska drama menjadi prosa.
1.Memparafrasakan puisi menjadi prosa.
Puisi merupakan salah satu karya sastra yang berbentuk tidak sama dengan prosa atau karangan biasa.
  hal-hal yang perlu diperhatikan dalam memparafrasakan puisi menjadi prosa ialah seperti berikut.
  a. Bacalah atau dengarkan pembacaan puisi dengan saksama .
  b.Pahami isi kandungan puisi secara utuh.
  c.Jelaskan kata-kata kias atau ungakapan yang terdapat dalam puisi.
  d.uraikan kembali isi npuisi sevara tertulis dalam bentuk prosa dengan mengunakan kalimat sendiri.
  e.Sampaikan secara lisan atau dibacakan.
2.Memparafrasakan Naskah drama menjadi prosa.
Naskah drama juga termaksud karya sastra memiliki ciri khas tersendiri.Meparafrasakan naskah drama sama dengan puisi,jika dalam puisi banyak terdapat simbol pada naskah drama, kita harus memerhatikan unsur-unsur berikut.
a.Pahami setting atau latar cerita.
b.pahami dialog dan ambil simpulannya secara menyeluruh.
c.pahami penjelasan tentang tokoh yang ada di dalam kurung.
3.Mengubah prosa menjadi drama.
 karya sastra yang berbentuk prosa dapat berupa novel, cerpen, atau novelet.Prosa dapat diparafrasakan menjadi drama dengan langkah-langkah berikut.
a.membaca dengan teliti cerita yang akan diubah menjadi drama.
b.temukan hal-hal penting yang terdapat dalam cerita.hal-hal yang harus anda temukan adalah tema, latar, (dibagi menjadi waktu,tempat, suasana),tokoh dan sifat tokoh.
c.mencatat apa yang dilakukan tokoh dalam cerita.perbuatan ini bisa dijadikan keterangan memperagakan drama.
d.mencatat percakapan yang terdapat dalam cerpen.
e.mengubah percakapan yang terdapat dalam cerpen menjadi percakapan dalam naskah drama.
f.memeriksa kembali drama yang telah ditulis.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar